Dapur MBG pelayanan massal menjadi tulang punggung Program Makan Bergizi Gratis yang kini telah melayani lebih dari 31 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia. Oleh karena itu, Badan Gizi Nasional menetapkan standar ketat untuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi dengan konsep semi-industri yang mampu memproduksi ribuan porsi makanan setiap hari.
Dengan demikian, sistem produksi massal ini memastikan distribusi makanan bergizi berjalan efisien, tepat waktu, dan aman untuk jutaan anak sekolah, ibu hamil, dan ibu menyusui.
Kapasitas Produksi Dapur MBG Pelayanan Massal
Berdasarkan data BGN, hingga Desember 2025 telah beroperasi 9.615 unit SPPG di seluruh Indonesia yang melayani berbagai wilayah. Dalam hal ini, setiap dapur MBG pelayanan massal dirancang untuk memproduksi minimal 1.000 hingga 4.000 porsi makanan per hari. Sementara itu, SPPG skala besar di wilayah padat penduduk mampu menghasilkan hingga 5.000 porsi dalam satu shift produksi.
Selain itu, kapasitas produksi massal ini didukung oleh peralatan industri seperti tilting pan 95 liter, rice steamer kapasitas 50 kg, dan stock pot berukuran 100 liter. Lebih lanjut, sistem produksi batch memungkinkan dapur mengolah beberapa menu secara bersamaan tanpa risiko kontaminasi silang antara bahan mentah dan matang.
Infrastruktur Dapur MBG Pelayanan Massal Standar BGN
1. Luas Bangunan dan Zonasi Area
Dapur MBG umumnya memiliki luas sekitar 400 m² dengan sistem zonasi yang mencakup area penerimaan, persiapan, pengolahan, packing, dan distribusi. Pembagian ini membantu mencegah kontaminasi silang dan menjaga kualitas setiap tahapan produksi.
Area penerimaan memakai loading dock terpisah untuk bahan basah dan kering. Zona persiapan menyediakan meja stainless untuk 10–15 staf, sementara zona pengolahan menggunakan kompor gas industri 4 tungku dengan hood exhaust bervolume tinggi untuk sirkulasi udara optimal.
2. Peralatan Produksi Skala Industri
Dapur MBG pelayanan massal wajib memiliki peralatan berkapasitas besar untuk mendukung produksi ribuan porsi. Tilting pan stainless steel 95-150 liter menjadi andalan untuk memasak lauk pauk seperti rendang, ayam goreng, dan tumisan dalam volume besar. Rice cooker atau steamer industri berkapasitas 50-100 kg beras mentah memastikan produksi nasi mencukupi kebutuhan harian.
Di sisi lain, kulkas dan freezer berkapasitas minimal 500 liter per unit diperlukan untuk penyimpanan bahan dalam jumlah massal. Lebih jauh lagi, gastronom food pan berbagai ukuran dengan sistem barcode memudahkan tracking dan rotasi bahan menggunakan sistem FIFO yang efektif untuk pengelolaan stok.
3. Sistem Distribusi dan Logistik
Tidak kalah penting, sistem distribusi menjadi kunci keberhasilan dapur MBG dalam melayani sekolah dalam radius maksimal 6 km. Bain marie atau food warmer berkapasitas 100-200 porsi menjaga makanan tetap hangat sebelum didistribusikan. Food tray dengan sekat compartment dikemas dalam box insulated untuk mempertahankan suhu optimal selama perjalanan.
Selanjutnya, troli distribusi stainless steel dengan roda anti-slip memudahkan perpindahan makanan dari area packing ke kendaraan distribusi. Sebagai tambahan, setiap dapur menyediakan minimal 2–3 unit kendaraan distribusi untuk menjangkau sekolah sasaran tepat waktu sesuai jadwal makan siang yang berlaku.
Manajemen SDM untuk Produksi Massal
Pada kenyataannya, dapur MBG pelayanan massal membutuhkan minimal 30-50 karyawan untuk operasional harian yang terbagi dalam beberapa tim. Tim persiapan bahan terdiri dari 10-15 orang, tim memasak 8-12 orang, tim packing 10-15 orang, dan tim distribusi 5-8 orang. Dengan demikian, pembagian tugas yang jelas memastikan produksi berjalan efisien dan tepat waktu.
Lebih lanjut, BGN mewajibkan minimal 50-100% staff memiliki sertifikat pelatihan keamanan pangan untuk menjaga standar higiene dan keamanan produksi. Sebagai solusi lengkap untuk operasional, pusat alat dapur mbg menyediakan paket peralatan industri mulai dari tilting pan hingga sistem distribusi yang mendukung dapur pelayanan massal sesuai standar BGN.
Kesimpulan
Dapur MBG pelayanan massal merupakan solusi strategis untuk menjangkau jutaan penerima manfaat secara efisien dan berkelanjutan. Kombinasi infrastruktur memadai, peralatan industri berkapasitas besar, sistem distribusi terorganisir, dan SDM terlatih menciptakan ekosistem produksi yang solid. Standar ini memastikan program MBG mencapai tujuannya memberikan makanan bergizi untuk generasi Indonesia.





